Followers

Sponsor

Popular posts

Free SMS

Twitter

Miftah Faried Sanusi Abdullah On Wednesday, 27 January 2016



EMIL KREBS adalah seorang Poliglot jenius kelahiran 15 November 1867 di Freiburg, Schlesien, Jerman. Dalam laman wikipedia berbahasa Indonesia disebutkan bahwa Emil Krebs menguasai 68 bahasa di dunia baik secara lisan maupun tulisan.

Bakatnya dalam menguasai bahasa dimulai ketika berusia 7 ( Tujuh ) tahun, ketika Emil kecil dikasih Kamus Jerman – Prancis oleh gurunya dan ia berhasil mempelajarinya dalam waktu beberapa bulan saja. Kemampuan Emil dalam menguasai bahasa asing menunjukan peningkatan yang mengagumkan dimana setelah memperolah Ijazah Sekolah Tinggi ( 1887 ) Emil yang jenius ini sudah mampu menguasai 12 bahasa asing dengan sempurna.


Pada tahun 1893 Krebs berangkat ke Timur Jauh. Dia ditunjuk sebagai juru bahasa Kedutaan Jerman di Beijing. Selama perjalanan ke Tiongkok, Krebs terus mempelajari bahasa asing. Selama berada di Tiongkok, dia sudah mengenal 40 bahasa. Orang-orang Tiongkok menyebut dia sebagai kamus berjalan. Pada tahun 1914, dia mengaku bahwa dia mengenal 33 bahasa sampai tingkatan yang sangat baik. Beberapa bahasa yang dia kuasai adalah: Bahasa Inggris, Arab, Bulgaria, Tiongkok, Kroasia, Ceko, Denmark, Belanda,Finlandia, Perancis, Yunani, Georgia, Hindi, Spanyol, Jepang, Jawa, Lithuania, Melayu, Manchuria, Mongolia, Norwegia, Armenia, Persia, Polandia, Rusia, Rumania, Serbia, Siam,Swedia, Turki, Urdu, Hungaria dan Italia.


Pada tahun 1917, setelah penutupan kedutaan Jerman, Krebs pindah ke kantor berita di kantor urusan luar negeri. Karyawan di lembaga ini menerima tunjangan keuangan jika mengetahui bahasa asing. Krebs, yang mengaku bahwa dia mengetahui lebih dari 60 bahasa, pada awalnya diperlakukan sebagai penipu. Setelah dia membuktikan kemampuannya, Krebs menerima uang tunjangan tersebut.


Dia menikah dengan Mande Heyne pada tahun 1913. Istri Emil Krebs sangat menyayangi seorang Poliglot, yang mengurung diri di kamarnya, mempelajari bahasa baru.


Dia meninggal pada tanggal 31 Maret 1930 akibat stroke, menguasai 68 bahasa dari 120 bahasa yang telah dipelajarinya. Dia dimakamkan di Suedwest-Friedhof, Berlin.




 Sumber: wikipedia



Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments